Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2022 Universitas Dian Nuswantoro Kediri menggelar pameran karya Tugas Akhir bertajuk “Journal Epilogue IV: Chromatika.” Pameran ini menjadi penanda akhir perjalanan akademik mahasiswa setelah menempuh masa studi 3,5 tahun sebelum menyandang gelar sarjana.

Mengangkat subtema Chromatika, yang berarti warna bukan sekadar unsur estetika, tetapi bahasa visual yang mampu menyampaikan emosi, gagasan, identitas, hingga pengalaman manusia. Konsep ini merepresentasikan kehidupan yang tidak pernah hitam putih, melainkan memiliki spektrum makna yang luas dan dinamis.

Sebanyak 19 pameris menampilkan karya yang telah melalui proses riset, perancangan konsep, eksplorasi visual, hingga produksi akhir. Karya ini merupakan hasil proyek desain bersama mitra saat magang maupun kolaborasi profesional, sehingga bersifat aplikatif dan memiliki dampak nyata bagi instansi, brand lokal, maupun masyarakat.

Ragam karya yang dipamerkan mencerminkan luasnya bidang DKV, di antaranya video profil instansi dan brand, video promosi wisata sinematik, dokumenter budaya lokal, video edukasi layanan publik dan kesehatan, perancangan UI/UX website, Graphic Standard Manual (GSM) identitas visual, buku ilustrasi legenda daerah, buku profil organisasi, buku edukatif berbasis jurnalistik visual, boardgame edukatif anak, komik adaptasi budaya kontemporer, serta media promosi berbasis Augmented Reality (AR). Karya ditampilkan melalui display cetak, pemutaran video, instalasi visual, dan presentasi interaktif.

Pameran yang berlangsung selama lima hari dan dihadiri sekitar 300 pengunjung, terdiri dari mahasiswa lintas program studi, dosen, praktisi industri kreatif, mitra instansi, dan masyarakat umum. Antusiasme terlihat dari diskusi aktif, dokumentasi media sosial, serta ketertarikan terhadap karya berbasis teknologi dan budaya lokal.

Mayoritas peserta pameran ini merupakan mahasiswa kelas malam yang telah aktif bekerja di industri kreatif, instansi pemerintah, perusahaan swasta, maupun sebagai freelancer profesional. Sejumlah karya bahkan telah diimplementasikan langsung dalam program instansi dan kampanye edukasi masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa proses akademik berjalan beriringan dengan pengalaman profesional.

Salah satu nilai lebih dari pameran ini adalah latar belakang para mahasiswa yang mayoritas merupakan mahasiswa kelas malam dan telah aktif bekerja di berbagai bidang, baik di industri kreatif, instansi pemerintahan, perusahaan swasta, maupun sebagai freelancer profesional. Hal ini menunjukkan bahwa produktivitas akademik dapat berjalan beriringan dengan pengalaman profesional di lapangan. Bahkan, sejumlah karya yang dipamerkan telah diimplementasikan secara langsung dalam program instansi pemerintah, brand lokal, hingga kampanye edukasi masyarakat.

Peserta pameran yang merupakan mahasiswa DKV kelas sore atau kelas pekerja yang menempuh studi 3,5 tahun

Pameran ini juga menjadi bukti kesiapan lulusan DKV Universitas Dian Nuswantoro Kediri dalam menghadapi tantangan industri kreatif yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi. Setiap karya tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga strategi komunikasi visual, riset audiens, perencanaan media, serta relevansi terhadap kebutuhan pasar. Ketua pelaksana pameran menyampaikan bahwa “Journal Epilogue IV: Chromatika” bukan sekadar agenda akademik tahunan, melainkan ruang aktualisasi dan validasi profesional bagi mahasiswa sebelum terjun sepenuhnya ke dunia industri. Pameran ini menjadi titik temu antara proses pembelajaran di bangku kuliah dengan realitas kebutuhan desain di masyarakat. Sebagai penutup perjalanan studi, “Journal Epilogue IV: Chromatika” menjadi simbol epilog dari proses panjang eksplorasi, eksperimen, dan kolaborasi. Namun di sisi lain, pameran ini juga menjadi prolog bagi langkah baru para lulusan untuk membawa warna, gagasan, dan kontribusi nyata dalam dunia kreatif Indonesia.

Khamadi selaku Ketua Program Studi DKV menyampaikan “melalui “Journal Epilogue IV: Chromatika,” mahasiswa DKV Universitas Dian Nuswantoro Kediri menegaskan kesiapan mereka menghadapi industri kreatif berbasis teknologi—tidak hanya menampilkan estetika, tetapi juga strategi komunikasi visual, riset audiens, dan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.” Pameran ini menjadi epilog perjalanan studi sekaligus prolog langkah baru para lulusan untuk menghadirkan warna dan kontribusi bagi dunia kreatif Indonesia.